Friday, June 28, 2013
Waktunya Akhiri Era Spanyol
Rio de Janeiro - Brasil akan menghadapi Spanyol di partai puncak Piala Konfederasi pada Minggu (30/6/2013). A Seleccao punya peluang untuk mengakhiri dominasi La Furia Roja.
Berbekal materi pemain bertabur bintang, Spanyol memulai eranya dengan menjuarai Piala Eropa 2008. Sukses itu berlanjut dengan menjadi kampiun Piala Dunia 2010 dan mempertahankan gelar Eropa di Ukraina-Polandia pada tahun lalu.
Piala Konfederasi jadi satu-satunya trofi yang kurang dalam lemari Spanyol. Pada edisi 2009, tim besutan Vicente del Bosque ini secara mengejutkan dikalahkan Amerika Serikat dan menutup turnamen dengan menduduki peringkat ketiga.
Brasil sebagai tuan rumah tentu saja tidak ingin kehilangan muka di depan publiknya sendiri. Tim Samba butuh hasil positif bukan sekadar untuk titel juara tapi juga sebagai modal mengarungi Piala Dunia tahun depan.
"Ini waktunya untuk mengakhiri era Spanyol," ucap Carlos Alberto Parreira, pelatih yang membawa Brasil juara dunia pada 1994 dalam wawancaranya dengan Jornal Nacional.
"Ini adalah pertandingan yang diharapkan semua orang, meskipun suporter tidak akan memilih Spanyol sebagai lawan di final. Tapi mereka adalah Spanyol, dan Brasil sedang dalam momen sensasional, mereka percaya diri."
Meskipun sangat tangguh, Spanyol bukannya tak terkalahkan. Italia mempersulit Spanyol dan berhasil memaksakan laga sampai babak adu penalti kendati akhirnya kalah.
"Mereka (Italia) tampil sangat bagus di babak pertama, dan mereka memperlihatkan bahwa dengan kemauan yang besar, determinasi dan intelejensi, Spanyol bisa dikalahkan," kata Parreira.
Monday, June 24, 2013
Pada laga perebutan posisi puncak Grup A Piala Konfederasi, Italia tunduk 2-4 dari Brasil dalam laga yang berlangsung di Arena Fonte Nova, Minggu (23/6/2013) dinihari WIB kemarin.
Meski Fred menyumbangkan dua gol untuk Selecao, Neymar yang mencetak gol lewat tendangan bebas juga patut untuk mendapatkan pujian. Sebabnya, pelanggaran bek-bek Italia pada striker anyar Barca itu, selalu menjadi awal dari gol-gol Brasil.
Maggio menilai bahwa Neymar mendapatkan perlakuan khusus kepada Neymar berkaitan dengan banyaknya pelanggaran di depan kotak penalti lawan itu.
"Saya pikir pemain besar harus diproteksi oleh wasit, jadi mereka tidak akan banyak mendapatkan banyak pelanggaran. Tapi, itu hanya sampai titik tertentu," kata Maggio Seperti dilansir Football Italia.
"Dalam opini saya, dua gol Brasil saat berhadapan dengan kami, bermula dari tendangan bebas akibat pelanggaran pada Neymar yang (menurut saya) bukanlah satu pelanggaran."
"Pada umumnya, wasit memberikan banyak pelanggaran kepada pemain yang suka menggiring bola. Tapi, itu hanyalah bagian dari pertandingan," imbuhnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
